Belajar JavaScript: Pengertian, contoh penggunaan, dan penulisan pada JavaScript

Pengertian, contoh penggunaan, dan penulisan pada Javascript

Pengertian, contoh penggunaan, dan penulisan pada JavaScript
Pengertian JavaSript

#1 Pengertian Javascript

JavaScript adalah bahasa pemrograman dimana  bisa disisipkan ke HTML sama halnya seperti PHP, namun disini javascript berjalan di sisi Client saja.
Contohnya,  jam yang ditampilkan pada halaman yang update sendiri dimana untuk menunjukkan waktu pada saat ini di komputer pengguna. Untuk desain dari  JavaScript ini dipengaruhi oleh banyak bahasa pemrograman,  termasuk juga bahasa C,  akan tetapi yang  dimaksudkan disini yaitu lebih digunakan oleh non-programmer.  Ingat yaa? NON-Programmer.

Perlu di ketahui bahwa JavaScript ini tidak didasarkan pada java. Javascript sama sekali bukan java atau tidak sedikit pun terkait ke Java,  entah mengapa kesalahpahaman ini sangat lumrah terjadi dari dulu sampai dengan sekarang. Saya juga kurang tahu kenapa hal ini bisa terjadi, mungkin yang sya tau, itu karena kurangnya pemahaman antara javasript dan java alias tidak membaca sama sekali. Dan langsung aja blak-blakkan main vonis sendiri. Sebaiknya hal ini di hindari demi generasi kita yaitu anak-anak tanah air.

Nah, JavaScript ini seringkali disertakan dalam file HTML atau pun link dari file HTML sendiri dan kemudian dijalankan secara lokal oleh web browser. Untuk Ini berarti bahwa server bebas dalama mengerjakan sesuatu hal yang lain daripada pemrosesan instruksi untuk setiap klien. Hal ini pun telah membuat JavaScript menjadi  pilihan yang lebih terlihat populer ketimbang bahasa pemrograman lain dimana yang memerlukan server dalam melakukan pengolahan.

#2 Sejarah Javascript

Berbicaraa sejarah dari JavaScript ini menurut sumber yang saya baca, javaScript ini pertama kali dikembangkan oleh Brendan Eich dimana dari Netscape dibawah nama Mocha, yang kemudian di susul dan diganti menjadi nama LiveScript, dan pada akhirnya menjadi JavaScript seperti yang telah populer di era modern ini.

Navigator sebelumnya ternyata telah mendukung Java agar bisa lebih dimanfaatkan oleh para programmer yang non-Java dari seluruh dunia. Maka dengan itu dikembangkanlah bahasa pemrograman bernama LiveScript tersebut agar dapat di akomodasi. Lalu, bahasa pemrograman inilah yang akhirnya berkembang dan diberi nama pula dengan sebutan JavaScript, meskipun tidak ada hubungan terkait bahasa antara Java dan juga JavaScript.


Namun sebenarnya, JavaScript ini bisa digunakan untuk banyak sekali tujuan, misalnya ni dalam pembuatan efek rollover baik secara di gambar maupun dalam bentuk teks, dan yang tak kalah penting juga itu adalah untuk membuat AJAX.  JavaScript itu adalah bahasa yang digunakan untuk AJAX pula.

#3 Contoh Penggunaan

Beberapa contoh dalam menggunakannya sebagai berikut ini:
  • Berputar atau pun bergulir teks
  • Untuk membuat bagian dari suatu bentuk yang terlihat atau pun tidak terlihat sama sekali. Sebagai contoh itu dalam sebuah formulir pemesanan, apabila pengguna harus kotak centang  “menyampaikan kepada alamat yang berbeda”,  bagian ekstra dengan kotak teks dengan streetname pengiriman, nomor, dan juga tempat dapat dibuat secara terlihat
  • Sebagai drop down menu
  • Dapat mengambil informasi tambahan dari server (Ajax) agar sebagian nya me-refresh halaman
  • Dapat memvalidasi input pengguna di formulir
  • Adanya perhitungan tanpa perlu kembali ke server
  • Bisa menentukan jenis browser
Jelas terkait dari beberapa informasi pada jenis tertentu dari pengguna, seperti alamat email dari bot. Bahasa server-side seperti PHP atau pun Perl merupakana cara terbaik dalam memodifikasi halaman sebelum loading, walaupun ada beberapa kasus pada Server-JavaScript (SJS). Akan tetapi tidak semua browser memiliki juru dari JavaScript misalnya seperti browser hanya teks Lynx, atau pun dalam menjalankan versi terbaru.
Di samping itu, beberapa pengguna juga mematikan kemampuan JavaScript dengan pilihan tertentu. Secara default, halaman web harus lah menggunakan JavaScript agar dapat meningkatkan pengalaman para pengguna, bukan bergantung padanya saja. Hal ini sering juga disebut sebagai degradasi anggun atau apabila di maknai dengan bahasa kita itu jika pengguna telah dimatikan JavaScript, halaman mesti selalu dalam keadaan terbebani, menyajikan informasi yang sama tetapi tanpa adanya fungsi tambahan yang disediakan oleh JavaScript itu sendiri.
Baca juga : Pengertian jQuery

#4 Hubungan ke Java

Walaupun nama dari keduanya mirip yaitu Java dan JavaScript, akan tetapi hampir tidak ada hubungannya kecuali hanya dari bagian sintaks saja antara dua bahasa tersebut. Bahkan java dan javaScript ini dikembangkan oleh dua perusahaan yang justru berbeda pula, dimana dengan tujuan dan pemikiran yang sangat berbeda, lebih jelasnya Netscape mengembangkan JavaScript sedangkan Sun Microsystems mengembangkan Java. Hanya saja dari kedua nama tersebut dapat  membingungkan bagi orang yang sekali belum tau dan tidak pernah ingin tahu dari penjelasan yang sebenarnya tentang dari kedua bahasa tersebut.


JavaScript itu dapat diinterpretasikan oleh browser yang paling cepat serta langsung dengan segera, sementara dari Java sendiri memerlukan secara terpisah “Java Virtual Machine” harus dimulai terlebih dahulu sebelum menjalankan nya. Kedua bahasa ini yaitu JavaScript dan Java sama-sama menggunakan sintaks yang mirip yaitu berdasarkan bahasa C, akan tetapi perintah yang digunakan begitu banyak yang berbeda. Selain itu juga da juga perbedaan teknis.

Jelasnya java itu bahasa yang diketik statis yang membutuhkan deklarasi semua variabel dan juga jenis mereka pada dasarnya (misal itu , integer, char, string dan boolean). Sebaliknya, dari Javascript itu adalah “longgar” bahasa diketik, dimana memungkinkan variabel yang akan digunakan tanpa deklarasi dari sebelumnya.

Sebagai contoh nya itu, ketika membandingkan dua metode penulisan ke tampilan (halaman).

Di Java, dalam menulis “Halo dunia!”, Kode senantiasa akan membaca: System.out.println (“Halo dunia!”);

Sementara pada JavaScript itu (di browser), akan berkata: document.write (“Halo dunia! “);

Gini aja, untuk lebih jelasnya langsung aja dulu simak penulisannya dibawah  ini agar lebih paham sobat

#5 Penulisan JavaScript

Kode yang ada pada JavaScript biasanya ini dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head>  yang dibuka dengan tag

<script type=”teks/javascript”>.
<script type=”teks/javascript”>
alert(“Halo Buddy!”);
</script>

Kode JavaScript ini juga bisa diletakkan di file tersendiri dimana yang berekstensi .js (singkatan dari pada JavaScript) Nah, untuk memanggil kode JavaScript yaitu yang terdapat di file sendiri, di bagian awal nya <head> harus lah ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud dengan menggunakan contoh kode seperti berikut:

<script type=”teks/javascript” src=”alamat.js”>
</script>

Script di bagian head

Untuk script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (standarnya berbentuk function) atau pun dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentu saja. Peletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan atau dipanggil).

<html>
<head>
<script type=”teks/javascript”>

</script>
</head>
</html>

Script pada bagian Body

Script ini dilakukan saat halaman di-load sampai di bagian <body>. Untuk itu ketika menempatkan script di bagian <body> berarti antara isi dengan JavaScript itu dijadikan satu bagian.

<html>
<head>
</head>
<body>
<script type=”teks/javascript”>

</script>
</body>
</html>

Jumlah JavaScript di <head> dan <body> dimana yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas pula.

#6 External JavaScript

Terkadang ada yang ingin menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, akan tetapi tidak mau disibukkan bila harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman tersebut. Maka dari itu JavaScript dapat ditulis di file secara eksternal. So, antara dokumen HTML dengan  JavaScript itu dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML. Lalu untuk berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js.

JavaScript : js/xxx.js document.write(“pesan ini akan tampil ketika halaman diload”);
Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai juga atribut “src” pada tag <script> di halaman HTML-nya.

Itulah yang dapat saya bagikan usai membaca dari beberapa sumber terkait Pengertian, contoh penggunaan, dan penulisan pada JavaScript, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih, beri saran dan komentar anda di bawah ini.

Subscribe to receive free email updates: